Pada suatu ketika, seorang cewek yg sangat kucinta bilang:
"Mas, biasanya hari mendekati puasa begini aku sudah bikin2 kue kering. Tapi lom bisa lom gajian."
Aku jawab: "La pinjam dulu apa gimana? Aku lagi banyak amplopan ini. Dari katering, dari kesejahteraan, dari koperasi. Ngumpul kalo 3 jt wae."
Tanpa disadari everything goes wrong.
Keesokan harinya dia timbul pernyataan darinya:
"Jagalah hati. Kaya harta tidak menjamin masuk surga, tetapi kaya hati jauh lebih baik. Kita ini sangat kecil di dunia ini jika hanya untuk pamer."
Kenapa bisa terucap seperti itu? Dan baru tersadar kenapa pula niat baikku kemaren harus kuucap dengan pamer??????
Seorang temen meng-iya-kan hal ini: "Ya...emang pria punya sisi pamer ke wanita..biar terlihat menonjol di depan wanita yg disukai....wajar aja klo muncul scr ga sadar."
Entahlah!!!! Astaghfirullah. Hatiku, Kamu tau itu, Gusti!
Dan kejadian bersamaan masih dengan orang yang sama.
"Mas aku pengen beli baju. Pengen yang di depan Unmuh warnanya putih. Tapi lom gajian. Sabar dulu ntar saja kalo udah gajian."
Spontan aku langsung pergi ke sana. Membelikan buat dia. Malamnya kutitipkan ke teman. Tapi belum lagi barang itu sampai ke tujuan, everything goes wrong again!!
Tiba-tiba saja terlintas ucapan-ucapan dari teman:
"Duh, lagi-lagi kenapa harta berkuasa!"
"Jangan cinta itu diukur dari materi!"
Aku sendiri merasa kasihan pada diriku sendiri. Kenapa bisa seperti ini. Sejelek inikah aku???
Dalam kesedihan memikirkan kekonyolan ini, masih ada lagi:
"Dalam hati piluku kubertanya, tak ingin disakiti. Lebih baik kutinggalkan semua sendiri lagi."
Semua itu tak terlintas di benakku! Kenapa bisa muncul semua di orang-orang sekitarku?
It's not easy to be me. Mengungkapkan cinta harus lewat chatting. Harus dipanas-panasi. Aku tidak tahu harus bagaimana mengungkapkannya, ketika merasa mendapatkan cara, tiba-tiba cara itu dianggap salah sama sekali!
Semua itu ingin kubatalkan semua, bukan karena aku takut kesakitan!
Sama sekali bukan. Tapi karena semua anggapan itu salah padaku.
Bukan karena aku menganggap harta sebagai alat penakluk wanita!
Sama sekali bukan. Tapi karena yang kutahu cara yang kubisa hanya itu. Kalau ada cara lain yang kubisa, pasti kulakukan!
Cinta ini tulus, tak mengharap balasan, tidak takut sakit, tidak memaksa!
Tapi cinta seperti ini sangat membebani, aku pun terpaksa harus mengucapkannya karena aku tak kuat tiap malam sesak menahan perasaan!
Kalau ada pilihan lain, tentu aku akan diam seperti yang dulu-dulu. Tentu aku cukup tahu diri untuk memahami dia dah milik orang. Tapi sangat sulit menjadi diri ini, tapi biarkan kujalani!
I'll take the risk, even if you think I'm going all wrong.
Labels: Feeling